Cara Naik MRT Jakarta Pada Tahun 2021

Cara Naik MRT Jakarta – Semakin padatnya penduduk, pemerintah selalu berupaya memberikan inofatif baru dalam menciptakan transportasi umum demi mempermudah layanan masyarakat. Kasus kemacetan yang melanda ibu kota menjadi salah satu problem penduduk Jakarta. Oleh sebab itu layanan MRT menjadi satu diantara solusi dalam menanggulangi kemacetan ini.

Apa Itu MRT?

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta  merupakan transportsi kilat yang efektif dan nyaman. Terbukti bahwa transportasi ini telah banyak di distribusikan pada beberapa negara. MRT ini dapat mengangkut jumlah penumpang dalam jumlah banyak dengan kecepatan tinggi.

Bagaimana Cara Naik MRT Jakarta?

Cara Naik MRT Jakarta Pada Tahun 2021
Cara Naik MRT Jakarta Pada Tahun 2021

Untuk sebagian orang yang sering melakukan transaksi MRT, pasti sudah tidak asing lagi. Tetapi bagi kamu yang baru pertama kali naik transportasi ini, pasti search dulu di google. Beberapa poin penting yang harus kamu catat sebelum pergi menggunakan transportasi ini yaitu:

  1. 1. Carilah stasiun MRT terdekat
  2. 2. Temukan lokasi Ticket Vending Machine (TVM)
  3. 3. Terdapat dua pilihan ketika membeli tiket yaitu Single Trip Ticket (STT) dan Multi Trip Ticket (MTT). Pilih satu diantara dua pilihan tersebut.
  4. 4. Kemudian tempelkan kartu MRT (tap in) pada pintu masuk penumpang
  5. 5. Ingat! cara naik MRT yang benar, selalu prioritaskan penumpang yang hendak turun sebelum kamu akan masuk kedalam kereta.
  6. 6. Terakhir, setelah menempuh perjalanan. Tempelkan kembali kartu MRT (tap out) pada pintu keluar kereta.
  7. 7. Perhatikan selalu barang bawaan kamu jangan sampai tertinggal didalam kereta dan hati-hati dijalan.

Mudah bukan? Cara naik MRT Jakarta memang simple. Tetapi akan sangat membingungkan bagi kamu yang baru saja singgah di Jakarta. Tidak jauh berbeda dengan transportasi umum lainnya. Misalnya KRL, Busway dan lainnya. Kamu hanya perlu menyiapkan kartu atau tiket khusus untuk memasuki transportasi ini.

Single Trip dan Multi Trip | Apa Perbedaannya?

Jangan sampai tertukar ya, cara naik MRT Jakarta yang baik dan benar, kamu harus bisa membedakan kedua ticket ini.

MRT Single Trip Ticket

Pastikan ketika kamu akan menempuh perjalanan dengan MRT, Kenali terlebih perbedaan kedua tiket ini.

Single Trip Ticket hanya untuk menempuh laju satu kali perjalanan. Kamu bisa mengisi saldo (top up) terlebih dahulu ketika akan melaju. Ticket ini bisa dipergunakan kapan saja namun dengan jangka waktu selama 7 hari saja.

MRT Multi Trip Ticket

Untuk kamu yang memiliki rutinitas kerja dengan jarak tempuh cukup jauh dan memungkinkan untuk rutin menggunakan kereta MRT. Sebaiknya kamu memakai tiket jenis ini, karena bisa dipakai lebih dari 7 hari.

Sama seperti kartu sebelumnya, Multi Trip Ticket MRT bisa isi saldo (top up) ketika saldo sudah habis atau limit pemakaian.

Berapa Harga Tiket MRT Jakarta?

Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan, beserta Ketua DPRD DKI, Bapak Prasetyo Edi Marsudi, telah sepakat untuk memberikan tarif MRT Jakarta sebesar Rp3000 per (tap in) terhitung dari stasiun pemberangkatan. Kemudian akan naik Rp1000 per stasiun selanjutnya sampai kamu turun di stasiun tujuan.

Terbilang murah, efisien dan aman bukan? Menempuh perjalanan panjang saat akan berangkat kerja adalah satu hal yang menjenuhkan. Apalagi jika sudah terjebak kemacetan, dengan menggunakan transportasi cepat ini, kamu tidak perlu khawatir terjebak macet, panas, dan lainnya.

Kartu Pembayaran yang Bisa Digunakan

Tidak hanya kartu MRT Jakarta khusus saja yang bisa kamu pakai. Beberapa kartu ini elektronik bank ini juga bisa kamu pakai. Seperti:

  1. 1. Brizzi BRI
  2. 2. e-Money Mandiri
  3. 3. Flazz BCA
  4. 4. TapCash BNI

Kamu juga bisa membeli kartu ini di beberapa super market terdekat. Misalnya alfamart, indomart dan lainnya. Mudah bukan?

Kesimpulan

Kehadiran MRT Jakarta memang memiliki peran positif dari berbagai bidang. Manfaat yang bisa diperoleh bukan sekedar untuk diri kita pribadi. Transportasi umum yang telah beroperasi di Jakarta sangat membantu menangani kemacetan, mengurangi polusi, dan membuka pekerjaan baru. Semoga akan selalu ada inofasi-inofasi baru untuk Jakarta lebih maju.

– Aljuni Hirossie –

Leave a Comment